tulisan pertama
Termenung …
Diam …
Tatapan kosong berlalu detik demi detik
Hawa dingin menyusupi tulangku berbelok ke arah otakku
Hampir …
Dan nyaris otakku dibuat beku seliar itu
Cepat-cepat kuambil penaku
Lalu ku gores sekejap ke helaian buram di ujung tanganku
Srek … sreek …
Tajam …
Makin tajam …
Ku tumpahkan tinta itu dari dalam otakku yang sudah berteriak-teriak tak sabar
Imajinasi yang selama ini hanya bisa ku gumamkan seorang diri
Aku tahu …
Aku tahu sekarang …
Terlambat sedetik saja aku takkan pernah menyadari permainan hidup ini
Aku beruntung …
Beruntung sekali bahkan …
Keraguan jiwaku lenyap
Entah kemana …
Post a comment